Informasi Pengumuman Kelulusan Tahun Pelajaran 2020/2021


Setelah selama tiga tahun belajar dan diakhiri dengan Ujian Sekolah yang dilaksanakan mulai tanggal 29 Maret 2021 sampai dengan 8 April 2021 akhirnya pengumuman kelulusan peserta didik kelas XII akan tiba. Sesuai dengan Peraturan Sekretaris Jenderal Kemdikbud Nomor 23 Tahun 2020, bahwa pengumuman kelulusan peserta didik SMA ditetapkan tanggal 3 Mei 2021. Mengacu pada peraturan tersebut, maka SMA Islam Sudirman Ambarawa akan menyampaikan penguguman kelulusan pada tanggal tersebut insyaallah pada pukul 18.30 WIB.

Pada masa pandemi Covid-19 yang juga belum usai, maka pengumuman kelulusan akan dilakukan secara daring dengan cara peserta didik mengakses website sekolah, klik menu layanan, dan pilih kelulusan. Atau bisa langsung akses alamat berikut:

http://kelulusan.smaissuda.sch.id/

Pada awal mengakses website tersebut, peserta didik diharapkan membaca dan memahami informasi yang terdapat pada menu informasi website kelulusan tersebut. Seluruh warga sekolah berharap semoga Anda semua mendapatkan hasil terbaik, aamiin.

USBK di Tengah Pandemi Covid-19


SMA Issuda, AmbarawaSMA Islam Sudirman Ambarawa menyelenggarakan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) secara tatap muka dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

Rangkaian kegiatan belajar mengajar di kelas XII tahun pelajaran 2020/2021 ditutup dengan UJian Sekolah (US). Ujian Sekolah diselenggarakan secara tatap muka. Sebanyak 337 melaksanakan Ujian Sekolah dengan rincian 335 peserta didik melaksanakan Ujian Sekolah di sekolah dan 2 peserta didik melaksanakan Ujian Sekolah dari rumah dikarenakan sakit hingga tidak memungkinkan Ujian di sekolah. Peserta didik yang datang ke sekolah untuk melaksanakan Ujian Sekolah diharuskan menerapkan protokol kesehatan (5M). Peserta didik yang mengikuti Ujian Sekolah di sekolah harus dalam kondisi yang sehat. Jika terdapat peserta didik yang sakit, maka peserta didik yang bersangkutan diharuskan mengikuti Ujian Sekolah susulan.

“Peserta didik mengikuti Ujian Sekolah di sekolah dengan menggunakan komputer. Jika terdapat peserta didik yang sakit maka dia harus mengikuti Ujian Sekolah susulan di sekolah pada jadwal yang ditentukan,” jelas Kepala Sekolah Drs. Joko Pujiyanto dalam rapat koordinasi persiapan Ujian Sekolah.

Disampaikan Rahmi, Ketua USBK 2021 SMA Islam Sudriman Ambarawa, Ujian Sekolah tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan kertas dan lembar jawab. Pada penyelenggaraan Ujian Sekolah tahun ini SMA Islam Sudriman Ambarawa mengadakan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK). Ujian sekolah dilaksanakan selayaknya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Ujian Sekolah dibagi dalam tiga sesi yang dimulai pukul 07.30 WIB sampai dengan 17.00 WIB dengan setiap hari dua mapel mulai tanggal 29 Maret 2021 sampai dengan 8 April 2021.

Wakasek Sarpras sekaligus koordinator penyelenggara USBK, M. Khanifudin memberikan penjelasan terkait kesiapan sarana dan prasarana yang dipakai untuk USBK. “Kami menyiapkan lima ruangan yang di dalamya terdapat komputer-komputer yang digunakan untuk USBK. Total komputer sebanyak 138 unit dengan satu atau dua komputer cadangan. Komputer juga sudah diinstal aplikasi exam browser yang dapat mencegah peserta didik mengakses aplikasi atau website selain USBK. Selain dari segi komputer dan ruangan, kami juga telah menyiapkan ruang transit, tempat cuci tangan, dan tempat parkir yang dapat mencegah kerumunan. Di saat pergantian sesi, petugas kebersihan dan perlengkapan sigap membersihkan ruangan dan melap meja, keyboard, dan mouse dengan handsanitizer.”

Pada pelaksanaan hari ketiga ini USBK berjalan dengan lancar selayaknya UNBK. Peserta didik mengerjakan soal-soal secara serius dan terlihat sangat khusyuk. “Alhamdulillah dengan persiapan matang selama beberapa hari, USBK sampai hari ketiga ini berjalan dengan lancar. Peserta didik mengerjakan USBK menggunakan komputer, bukan dari HP. Hal ini karena komitmen kami untuk memberikan yang terbaik dalam Ujian Sekolah ini untuk peserta didik. Semoga pelaksanaan USBK ini dapat berjalan lancar tanpa ada hambatan hingga akhir nanti pada tanggal 8 April 2021,” jelas Faizal Firmandika.

Peserta Didik Menerima “Rapor” di Bulan Februari


SMAIsSudA, AmbarawaPeserta didik menerima rekap kegiatan belajar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dua mingguan kedua.

SMA Islam Sudirman Ambarawa menyampaikan rekap kegiatan belajar dua mingguan kedua kepada peserta didik pada Jumat, 5 Februari 2021. Penyampian rekap yang dilakukan semacam rapor Ulangan Tengah Semester ini dilakukan untuk mempermudah pemantauan pendidik dan orang tua peserta didik memantau kegiatan pembelajaran jarak jauh. Perekapan ini diagendakan rutin setiap dua minggu sekali. Hal itu disampaikan oleh wakasek kurikulum Dra. Rahmi Siti Sa’adah dalam sela-sela rapat koordinasi wali kelas, Kamis, 4 Februari 2021.

“Belajar dari pengalaman semester pertama tentang kegiatan pembelajaran jarak jauh yang masih kurang maksimal, maka kami melakukan perekapan dan pelaporan dua mingguan. Rekap semacam ini dibuat untuk memudahkan orang tua/wali dan wali kelas memantau kegiatan pembelajaran. Harapannya dengan pentauan intensif dari orang tua atau wali kelas, kegiatan pembelajaran jarak jauh dapat lebih maksimal,” jelas Rahmi.

Rekap dua minggu pertama tanggal 4 – 16 Januari dilakukan oleh guru mapel dengan membuat print out yang diberikan langsung kepada wali kelas. Melalui rekap semacam ini maka wali kelas mengalami kesulitan dalam membuat rekapan secara keseluruhan yang mudah dibaca dan dipahami oleh peserta didik. Kesulitan ini dialami oleh Candra salah satu wali kelas XII.

“Saya mengalami kesulitan merekap data-data yang diberikan oleh semua guru mapel. Jika rekap langsung saya berikan kepada orang tua, tentu banyak yang kurang memerhatikan atau bahkan tidak paham. Dengan rekap seperti ini lebih memudahkan saya untuk dapat memantau kegiatan belajar peserta didik,” ujar Candra.

Melalui hasil rekap yang diterima oleh wali kelas, sekolah mengadakan rapat koordinasi wali kelas pada hari Rabu dan Kamis, 3-4 Februari 2021. Rapat membahas capaian kegiatan pembelajaran yang meliputi rekap kehadiran, aktivitas, dan penugasan. Berdasarkan paparan yang disampaikan tiap wali kelas, diketahui bahwa banyak peserta didik yang sekadar mengisi daftar hadir tanpa melakukan aktivitas belajar dan mengerjakan tugas. Untuk menyikapi hal tersebut kepala sekolah, Drs. Joko Pujiyanto memberikan alternatif pemecahan masalah adalah dengan memberikan surat peryataan kesanggupan mengikuti kegiatan pembelajaran secara baik.

“Berdasarkan hasil paparan yang disampaikan oleh wali kelas, maka sekolah akan membuat surat pernyataan tegas untuk mengikuti kegiatan KBM kepada peserta didik,” jelas Joko Pujiyanto.

Indrian Istyawati, wakasek kesiswawan juga menambahkan bahwa sebagian besar peserta didik yang bermasalah dalam KBM kali ini ternyata telah memiliki rekam jejak KBM semester satu yang juga tidak baik.

“Sebagian besar mereka yang saat ini bermasalah adalah peserta didik yang di semester satu juga bermasalah. Oleh karena itu, saya setuju yang disampaikan oleh kepala sekolah bahwa sekolah membuat surat pernyataan tegas bermaterai agar peserta didik mengikuti KBM secara baik,” jelas Indrian.